Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Faktor Kemenangan Anis Matta di Pemira Sulsel

Pkssulsel.org – Perhitungan suara pemilihan raya (Pemira) PKS Sulsel telah rampung dan menempatkan Anis Matta unggul dengan perolehan 19.03 persen. Anis Matta juga unggul di semua TPS yang ada, panitia pemira menyiapkan 32 TPS untuk 24 kabupaten di Sulsel. Sehari sebelum pemilihan, Pengamat politik, Adi Suryadi Culla memprediksi bahwa Anis Matta yang akan unggul di pemira PKS Sulsel. Dosen ilmu politik di Universitas Hasanuddin ini menjelaskan bahwa Anis Matta akan menjadi pilihan utama kader PKS Sulsel, selain karena Anis adalah satu-satunya putera daerah ada beberapa faktor lain, diantaranya Anis adalalah kader PKS tulen. “Selain faktor daerah, Anis Matta adalah kader PKS tulen, dia termasuk pendiri partai, tidak diragukan Anis akan membawa ideologi dan pemikiran PKS.” Kata Adi Suryadi Culla. “Anis Matta juga punya pengalaman organisatoris, dia sekjend yang tidak tergantikan dan akhirnya menjadi ketua partai, Anis adalah simbol partai dalam posisinya sebagai ketua.” Lanjutnya. Anis Matta meraih suara terbanyak dengan mengantongi dukungan sebesar 19.03 %, disusul HNW 16.28 %, diurutan ketiga menyusul Tifatul Sembiring dengan perolehan 12.02%, Ahmad Heryawan, 11.88 % dan Fahri Hamzah 8.64 %. 


Sumber : http://www.pkssulsel.org

5 Besar Hasil Pemira PKS Sulsel

Pkssulsel.org – Setelah melaksanakan Pemilihan Raya (Pemira) kemarin (30/11), hari ini panitia pemira PKS Sulsel telah merampungkan hasil perhitungan suara dan muncul lima nama yang menjadi lima besar capres PKS pilihan kader PKS Sulsel. Diantaranya, Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Ahmad Heryawan dan Fahri Hamzah.

Anis Matta meraih suara terbanyak dengan mengantongi dukungan sebesar 19.03 %, disusul HNW 16.28 %, diurutan ketiga menyusul Tifatul Sembiring dengan perolehan 12.02%, Ahmad Heryawan, 11.88 % dan Fahri Hamzah 8.64 %. Total pemilih yang ikut berpartisipasi sebanyak 94 % dari kader PKS. Total wajib pilih sekitar 10.000 kader PKS Sulsel.

“Jadi perhitungan sudah kita lakukan, dan Anis Matta meraih suara terbanyak di Sulsel.” Ungkap Jumadil, ketua panitia Pemira tingkat wilayah Sulsel. Lebih lanjut Jumadil menjelaskan bahwa  Anis Matta mengantongi suara terbanyak di semua TPS yang ada di Sulsel. “Anis Matta unggul di semua TPS di Sulsel.” Ungkap Jumadil. Di Sulsel ada 32 TPS di 24 kabupaten.

Hasil dari perhitungan suara di Sulsel akan segera dikirim ke DPP.
 
Sumber : http://www.pkssulsel.org/
Pkssulsel.org – Setelah melaksanakan Pemilihan Raya (Pemira) kemarin (30/11), hari ini panitia pemira PKS Sulsel telah merampungkan hasil perhitungan suara dan muncul lima nama yang menjadi lima besar capres PKS pilihan kader PKS Sulsel. Diantaranya, Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, Tifatul Sembiring, Ahmad Heryawan dan Fahri Hamzah.
Anis Matta meraih suara terbanyak dengan mengantongi dukungan sebesar 19.03 %, disusul HNW 16.28 %, diurutan ketiga menyusul Tifatul Sembiring dengan perolehan 12.02%, Ahmad Heryawan, 11.88 % dan Fahri Hamzah 8.64 %. Total pemilih yang ikut berpartisipasi sebanyak 94 % dari kader PKS. Total wajib pilih sekitar 10.000 kader PKS Sulsel.
“Jadi perhitungan sudah kita lakukan, dan Anis Matta meraih suara terbanyak di Sulsel.” Ungkap Jumadil, ketua panitia Pemira tingkat wilayah Sulsel. Lebih lanjut Jumadil menjelaskan bahwa  Anis Matta mengantongi suara terbanyak di semua TPS yang ada di Sulsel. “Anis Matta unggul di semua TPS di Sulsel.” Ungkap Jumadil. Di Sulsel ada 32 TPS di 24 kabupaten.
Hasil dari perhitungan suara di Sulsel akan segera dikirim ke DPP.
- See more at: http://www.pkssulsel.org/inilah-5-besar-hasil-pemira-pks-sulsel/#sthash.NzyhFhxs.dpuf

Anis Matta Unggul di Pemira DPD PKS Palopo

PALOPO---Nama Anis Matta mencuat sebagai calon presiden (Capres) yang akan diusung Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Palopo, itu setelah melihat hasil dari Pemilu Raya (Pemira) yang dilakukan oleh DPD PKS Kota Palopo pada 29 sampai 30 November 2013.

Dalam Pemira tersebut Anis Matta berhasil meraih suara tertinggi yakni 91 suara dari 474 kader dan caleg PKS se Kota Palopo yang memberikan hak suaranya dan berhasil mengunguli 21 kandidat lainnya.

Selain nama Anis Matta yang muncuat, ada juga nama Hidayat Nurwahid yang berhasil mengumpulakan suara terbanyak kedua dengan 80 suara, disusul oleh Tifatul Sembiring dengan 63 suara, Ahmad Heryawan 54 suara, dan Fahri Hamzah 54 suara.

Ketua DPD PKS Palopo Ibrahim Halim mengatakan bahwa pihaknya di DPD PKS Palopo akan merekomendasikan lima nama tersebut ke DPP PKS untuk nantinya diusung menjadi Capres. "Jadi dari hasil Permira untuk DPD PKS Palopo, Anis Matta berhasil meraih suara terbanyak, dan itu akan menjadi bahan acuan kami ke DPP PKS bersama dengan empat nama lainnya yang memiliki suara tertinggi," kata Ibrahim Halim kepada Palopo Pos, Minggu 1 Desember 2013 kemarin.

Pelaksanaan Pemira itu sendiri digelar secara serentak di seluru DPW dan DPD PKS di Indonesia dan Pemira menandakan bahwa partai berlambang kabah tersebut solid hingga tingkat terkecil.

Selain itu, kata Ibrahim Halim, Pemira juga merupakan perwujudan kepercayaan diri dari PKS untuk mengusung kadernya sendiri sebagai Capres pada Pilpres 2014 mendatang. "Kita ketahui bahwa PKS adalah partai Islam terbesar di Indonesia, dan partai nomor empat terbesar jumlah kursinya secara nasional jadi," kata Ibrahim Halim. (cr1/sms/d)


Sumber : Palop Pos 

Ini 22 Kandidat Capres Peserta Pemilu Raya PKS

Jakarta - PKS mengumpulkan seluruh DPW PKS dalam acara Election Update - III di JCC, Senayan, Jakarta Pusat. Dalam acara ini dimunculkan 22 nama kader PKS yang nantinya akan menjadi bakal capres PKS. Nantinya capres PKS akan diputuskan melalui Pemilu Raya yang mirip konvensi capres pada Desember mendatang.

"Muncul 22 nama yang menjadi representasi dari daerah-daerah, semua adalah kader dari internal PKS. Karena jumlahnya yang cukup banyak makanya kami tidak berniat untuk mencari kader eksternal," ujar Ketua LPPK PKS, Taufik Ridlo saat Jumpa Pers di Cendrawasih Room JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2013).

Nama-nama yang dimunculkan tersebut pun belum final karena beberapa di antaranya akan mengundurkan diri. Para kader yang namanya disebut pun dilarang melakukan kampanye.

"Ini bukan konvensi ya, jadi para kader dilarang untuk berkampanye,mereka benar-benar ditunjuk dari bawah. Mereka sifatnya pasif dan baru aktif kalau menyatakan mengundurkan diri," imbuhnya.

Dari nama-nama tersebut kemudian akan dikerucutkan menjadi 5 orang yang akan dipilih dalam Pemilihan Raya (Pemira) PKS. Rencananya Pemira akan dilaksanakan pada 29-30 November 2013 di seluruh DPW PKS.

"Kelima nama ini kemudian akan diajukan ke Majelis Syuro untuk dipilih menjadi Capres PKS," katanya.

Berikut nama-nama yang muncul sebagai bakal capres dari PKS:

1. Abdul Ghani Kasuba, Wagub Maluku Utara
2. Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat
3. Anton Apriyantono, Mantan Mentan KIB I
4. Fahri Hamzah, Anggota Komisi III DPR RI
5. Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumatera Utara
6. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat
7. Anis Matta, Presiden PKS
8. Hidayat Nur Wahid, Ketua F-PKS
9. Nasir Jamil, Anggota Komisi III DPR RI
10. Sohibul Iman, wakil ketua DPR RI
11. Taufik Ridlo, Sekjen PKS
12. Yusuf Asyhari, Mantan Menpera KIB I
13. Mahfudz Siddik, Ketua Komisi I DPR RI
14. Mahfudz Abdurrahman, Bendahara Umum DPP PKS
15. Mustafa Kamal, Anggota DPR RI
16. Nur Mahmudi Isma'il, Walikota Depok
17. Salim Segaf Al Jufri, Menteri Sosial
18. Suharna Surapranata, Mantan Menristek KIB II
19. Surahman Hidayat, Anggota DPR RI
20. Suswono, Menteri Pertanian KIB II
21. Tifatul Sembiring, Menkominfo KIB II
22. Untung Wahono, Ketua MPP PKS

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/11/21/132007/2419594/10/ini-22-kandidat-capres-peserta-pemilu-raya-pks

PKS : Pemilu 2014 Gerbang Menuju Perubahan Ketiga Indonesia


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden PKS, Anis Matta menilai, Pemilu 2014 lebih pas dijadikan gerbang menuju gelombang perubahan ketiga Indonesia, bukan sekadar pintu masuk peralihan kekuasaan.
"Pesta demokrasi ini lebih pas dijadikan gerbang menuju gelombang perubahan ketiga Indonesia, atas setidaknya tiga tahapan sejarah perjalanan bangsa Indonesia," kata Anis Matta dalan keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat (25/10).
Pernyataan tersebut diungkapkan Anis dalam Seminar Nasional dan Dialog Kebangsaan bertajuk 'Dari kampus Mencari Pemimpin Indonesia' yang digelar di Auditorium Sukadji Ranuwihardjo, Univeritas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta.
Anis menjelaskan alasan mendasar dari pernyataan tersebut terkait hakikat politik yang seharusnya menjadi 'industri' pemikiran bukan 'industri' kekuasaan. Dia menilai dengan menjadikan politik sebagai bursa gagasan, maka segenap komponen bangsa mengenal secara tepat arah perjalanan Indonesia.
Dijelaskan Anis, gelombang pertama perubahan bangsa Indonesia yakni proses peralihan sejarah yang berawal pada abad 18 sampai 20. "Saya menyebut tahap ini sebagai gelombang menjadi Indonesia," ujar Anis Matta.
Saat itu, kata Anis, penderitaan panjang di bawah kerajaan-kerajaan membawa rakyat bergerak dalam satu solidaritas sehingga lahirkan sebuah bangsa besar.
Anis mengatakan, gelombang kedua ketika Indonesia menjadi sebuah bangsa pada momentum Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 dan peristiwa Proklamasi yang mengantarkan kita memiliki sebuah negera.
"Sementara era reformasi lahir dari sisi kelam orde sebelumnya. Namun, anak bangsa yang mampu menangkap ruh zaman dengan memanfaatkan nilai-nilai positif orde lalu, membawa bangsa memasuki Orde Reformasi," katanya.
Menurutnya, perjalanan panjang bangsa Indonesia tersebut, membawa Indonesia memasuki gelombang perubahan ketiga. Dia menjelaskan tuntutan perubahan ini terjadi di atas fakta bahwa kini lahir kelompok mayoritas baru yang menentukan arah bangsa ke depan.
"Sekarang kita berhadapan dengan 'new majority' yakni munculnya kelompok usia 45 tahun yang menguasai 60 persen populasi," ujar Anis.
Dalam seminar tersebut juga dihadiri beberapa pembicara yaitu Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, Ketua Asosiasi Pemerintahan Kabupaten seluruh Indonesia (Apkasi) Isran Noor, Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute Hanta Yudha, dan mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto.

Sumber : http://www.republika.co.id

Anis Matta: Hidup Indah Bila Berorientasi Karya

Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta mengatakan kehidupan siapa pun akan menjadi indah sepanjang orientasinya adalah karya bukan fokus pada mengejar jabatan semata.

"Jika yang bersangkutan fokus pada upaya memberi semangat berkontribusi, bukan berorientasi terhadap jabatan dan keuntungan material tertentu, hari-harinya jauh lebih tenang serta produktif," kata Anis dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/10).

Pernyataan tersebut diungkapkan Anis saat menghadiri acara lesehan bersama ratusan kader dan simpatisan PKS se-Bali di Al-Banna School, Denpasar.

Selain memompa semangat juang hadirin, Anis menjawab berbagai pertanyaan seputar dinamika politik di pentas nasional dan daerah.

Anis mengatakan, "Apabila kita sepakat untuk selalu memberi, mau tidak mau siapa pun harus selalu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas diri."

Dia berada di Bali bersama beberapa pengurus pusat PKS yang juga anggota DPR. Hadir dalam rangkaian konsolidasi tersebut, Sekretaris Jenderal PKS Taufiq Ridho, anggota Komisi XI Andi Rahmat, dan anggota Komisi III Fahri Hamzah.

Sementara itu dalam pembekalan Calon Anggota Dewan (CAD) se-Provinsi Bali di ruang serbaguna Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Bali di Denpasar Sabtu (19/10) malam, caleg asal Kabupaten Karang Asem I Gede Suteje ini menyinggung proses bergabungnya dengan PKS.

Gede memaparkan, ia akhirnya jatuh cinta pada PKS setelah mengetahui dan merasakan partai ini "jawaban" atas masa depan Bali, bahkan Indonesia.

"Saya dan teman-teman Bali lainnya merasakan keteduhan di bawah payung PKS. Kesan seram yang dibayangkan sebagian sahabat di sini terhadap PKS, ternyata bertolak belakang dengan fakta," ungkap I Gede Suteje.

Simpatisan, kader, hingga pengurus PKS, Gede menambahkan, ternyata sahabat yang bersahaja. Seluruh unsur PKS, katanya, menjunjung tinggi nilai toleransi dan menghargai keberagaman yang tumbuh di masyarakat Bali khususnya.

"Partai ini juga memiliki visi jauh ke depan bagi Indonesia, bukan untuk kelompok agama tertentu. Bahkan, visi lebih jauh, PKS juga berjuang mewujudkan peradaban kemanusian dan dunia yang lebih adil," ujarnya. (antaranews)

KPU Luwu : Cakka - Amru Terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati


KPU Luwu menggelar pleno penetapan pasangan calon Pilkada Luwu, Kamis (26/9). Hasilnya, Bupati incumbent A Mudzakkar kembali oppo alias terpilih lagi. Cakka sebutan Mudzakkar terpilih berpasangan Amru Saher, kader PKS Sulsel.

Ketua KPU Luwu, A Padellang memimpin pleno menyebutkan pasangan nomor urut 1 Basmin Mattayang-Sukur Bijak (Baik) memperoleh suara 83.559 atau (44,69%), sedangkan nomor urut 2 A Mudzakkar – Amru Saher 84.990 (45,45%).

Sementara Pasangan nomor urut 3 Basri Suli – Thomas Toba hanya memperoleh 18.443 suara atau (9,86 %). “Dengan demikian, rapat pleno ini KPU menetapkan pasangan A Mudzakkar-Amru Saher, terpilih sebagai Bupati Luwu dan Wakil Bupati Luwu,”ungkap Paddelang.

PKS Menang di Tiga Pilkada Sulsel, Salah Satu Calonnya Sekum DPW PKS Sulsel

Makassar - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memenangkan tiga pemilihan kepada daerah (Pilkada) yang dilakukan serentak di lima kabupaten di Sulawesi Selatan pada tanggal 18 september kemarin. Usungan PKS menang di kabupaten Luwu, Pinrang dan Jeneponto.
PKS untuk kali pertama memenangkan kadernya dalam pemilukada. Kader yang diusung PKS adalah sekretaris umum DPW PKS Sulsel, Amru Saher yang bertarung di pilkada Luwu. Berdasarkan hasil quick count celebes research center (CRC), pasangan Mudzakkar-Amru unggul dari pasangan Basmin Mattayang - Syukur Bijak dengan perolehan 45,85 % untuk Cakka-Amru dan 44,22 persen untuk Basmin-Syukur.
Pasangan yang diusung PKS di Pinrang adalah Aslam-Darwis dan menang menurut quick count celebes research center (CRC) 31,48 % dan Jaringan Suara Indonesia (JSI) dengan perolehan 31,19 % mengungguli lima kandidat lainnya. Di Jeneponto, kandidat yang diusung PKS, Iksan-Mulyadi menurut quick count CRC menang telak dengan perolehan 50,83 %.
Kemenangan tersebut disambut suka cita oleh kader PKS Sulsel, walaupun kalah di dua pilkada lainnya, yaitu Makassar dan Wajo. "Ini menjadi prestasi tersendiri karena PKS bisa memenangkan pertarungan pemilukada di tiga kabupaten. Dan ini menjadi modal besar kita untuk menang di Pemilu 2014," ungkap ketua DPW PKS Sulsel, Andi Akmal Pasluddin.

Profil Tamsil Linrung




Nama                : Tamsil Linrung
Tempat Lahir    : Pangkep, Sulawesi Selatan
Tanggal lahir     : MInggu, 17 September 1961
Warga Negara  : Indonesia



Biografi :
Tamsil Linrung adalah seorang politikus kelahiran Pangkep, Sulawesi Selatan pada tanggal 17 September 1961 yang saat ini menjabat sebagai Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera.
Waktu kecil Tamsil Linrung merupakan anak yang cerdas dan pintar, berbeda dengan teman teman sebayanya. Dia lahir dari latar belakang keluarga guru hingga menjadikan Tamsil Linrung menjadi sosok anak yang pintar. Saat itu disaat teman teman sebayanya masih kelas 1 Sekolah Dasar, Tamsil Linrung sudah langsung masuk kelas 4 Sekolah Dasar.
Sebelum Tamsil Linrung  menduduki Anggota DPR RI periode tahun 2009 - 2014, Tamsil Linrung juga menduduki jabatan sebagai Anggota DPR RI periode tahun 2004 - 2009 dengan komisi Pendidikan, Pemuda, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan (Komisi X).
Di DPR RI sendiri, Ia menjadi wakil ketua Badan Anggaran DPR-RI. Saat ini Ia dicalonkan oleh Partai Keadilan SejahteraPartai Hanura dan Partai Bintang Reformasi untuk menjadi Calon Walikota Makassar periode 2013-2018

Pendidikan :
  • SDN 19 Tauladan Pertiwi (1971 – 1973)
  • SMEP Negeri Segeri (1973 – 1976)
  • PGA Negeri Segeri (1973 – 1976)
  • SMA Negeri 1 Parepare (1976 - 1979)
  • Jurusan Ekonomi Perusahaan FPIPS – IKIP Ujung Pandang (1980 – 1984)

Riwayat Organisasi :

Zivilia : Anis Matta mengispirasi karya band kami


LUWU - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta akhirnya memenuhi janji untuk hadir sebagai Jurkam Nasional pada kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Andi Muzakkir-Amru Saher .
Dalam kampanye di lapangan sepakbola Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Anis tampil memberi orasinya yg cetar membahana usai Band Zivilia tampil dengan salah satu lagu hitsnya berjudul 'Aishiteru', Rabu (11/9/2013) kemarin.
Munculnya band yang digandrungi kaum muda ini membuat kampanye Cakka-Amru dipenuhi puluhan ribu massa pendukung yang tumpah ruah memadati lapangan kampanye akbar pasangan nomor 2 ini. Massa memadati lapangan Padang Sappa hingga meluber ke jalan raya dan sekitarnya. Massa kampanye "bergoyang" saat satu demi satu tembang hits Zivilia dilantunkan.
Bukan cuma itu, massa juga melepas aplaus panjang ketika Zulkifli sang vokalis band bergenre Japanese Pop atau J-Pop ini bercerita hubungannya dengan Presiden PKS Anis Matta.
Zulkifli yang akrab disapa Zul, mengungkapkan bahwa sejumlah lagunya diinspirasi oleh buku Anis berjudul Serial Cinta. "Inspirasi lagu kami tercipta setelah membaca buku karya Pak Anis Matta yaitu
"Serial Cinta" buku ini pesan cintanya sangat kuat dan dalam penuh makna" ungkap Zul dari atas panggung yang di sambut gegap gempita para penonton.
Anis, saat tampil sebagai salah seorang juru kampanye nasional untuk Muzakkir-Amru menegaskan, tanda-tanda kemenangan pasangan calon Bupati-Wakil Bupati yang diusung PKS ini semakin terang menjelang hari pencoblosan.
"Pak Cakka sudah menunjukkan kinerja yang membanggakan selama hampir 5 tahun memimpin Luwu, dan kelak jika ia terpilih lagi semua kerja kerja kerakyatan itu akan terus ia sempurnakan apalagi track record pasangannya yaitu Amru Saher yg tak kalah dengan Cakka pada bidang yang lain" terang Anis dalam orasi politiknya dari atas panggung
"Pasangan Cakka-Amru adalah pasangan yang memiliki aura kemenangan dan kita bisa merasakan aura kemenangan itu disini, Lihatlah wajah mereka, apakah ada aura kemenangan di sana?" Pertanyaan Anis langsung disambut teriakan massa, "Ada... ada....".
Selain Anis, tampil pula juru kampanye nasional lain, seperti Sekretaris Jenderal DPP PKS Taufik Ridho, Wakil Sekjen DPP PKS Fahri Hamzah, Wakil Ketua Komisi X DPR Andi Rahmat, anggota Komisi IX Ahmad Zainuddin, serta pengurus teras DPW PKS Sulawesi Selatan.
Pasangan incumbent Andi Muzakkir-Amru Saher yang di usung oleh koalisi Partai Golkar, PKS, Gerindra,PAN, PPP, PBB, PDS ini menurut sejumlah lembaga survei memiliki elektabilitas tertinggi, yakni mencapai 50 persen lebih. Pasangan ini diprediksi kuat memenangi Pilkada Luwu yang akan di gelar pada tanggal 18 September mendatang.

Sumber : http://pks.or.id/content/zivilia-anis-matta-mengispirasi-karya-band-kami
 
DPD PKS PALOPO | JL. DR. Ratulangi KM.5 Balandai Palopo
Copyright © PKS KOTA PALOPO - All Rights Reserved
HUMAS DPD PKS KOTA PALOPO
Proudly powered by Blogger